budaya tak konsistan manusia dimulai dari manusia di lahirkan ke dunia.
Bahkan dibudayakan oleh orang orang yang membantu kita hadir di dunia. ORANG TUA
contoh real :
setelah anak lahir, mereka akan mengajarkan si bocah untuk , berdiri, lalu berjalan , dan selanjutnya berlari *mungkin waktu yang orang tua butuh kan sampe fase itu selesai tidak sebentar, 1 - 2 tahun*
tetapi lihat lah setelah bocah bocah itu dengan fasih melakukan hal hal yang telah diajarkan oleh orang tua mereka.
apa kata mereka?
dengan sedikit *maaf* cerewet , mereka akan berteriak , membentak , bahkan sampai kontak fisik melarang mereka melakukan hal yang sudah dipelajari 1-2 tahun tadi.
exp:
"ojo mlayu mlayu to le!" "iso lingguh anteng ra? bocah kok kon lingguh wae angel"
*jangan lari-lari nak!" "bisa duduk tenang gak? bocah disuruh duduk aja sulit!"
yaps, kenapa dulu diajari jalan sampe lari , kalo sekarang gak di perbolehin?
waallahualaam...
crazy kouzu
dasar bodoh .,!!
Selasa, 26 Juni 2012
Selasa, 22 Mei 2012
INI BUKAN HAL PENTING BUAT KALIAN
Baru baru ini saya ingat dan kangen dengan Masa SMA, dari hal sederhana yaitu KENTUT, saya menemukan suatu teori baru dari KENTUT dari beberapa GURU *berkhayal jadi guru* ..
guru adalah bagian dari QUARTOZ
berikut intisarinya :
Guru Matematika: Sesuatu yang Tidak Bisa di Kali Namun Baunya Bisa di Bagi - Bagi
Guru Kesenian: Bunyi Nadanya Terletak Pada Kunci K
Guru Fisika: Inilah yang di Sebut Inner Power, Tenaga yang di Gunakan Kecil Namun Hasilnya Luar Biasa
Guru Biologi: Inilah Ciri Makhluk Hidup Melanjutkan Hidupnya
Guru Agama: Ini Salah Satu Penyebab Batalnya Wudhu dan doa
Guru Geografi: Posisi Keberadaannya Mengikuti Arah Mata Angin
Guru Sosiologi: Perilaku Alamiah yang sedikit Menyimpang Pada Sikap Manusia
Guru Sejarah: Salah Satu Penyebab Terjadinya Perang Mulut
Guru Bahasa: Kalimat Bisa di Tulis Namun Aromanya Tak Bisa di Ungkapkan dgn Kata - Kata
dan quote terakhir dari saya GENK GAUNG adalah bagian dari QUARTOZ, tapi QUARTOZ bukan bagian dari GENK GAUNG.. *kaum marjinal* :)
Rabu, 14 Maret 2012
Secangkir Coklat Panas
Professor itu menyajikan coklat panas pada tamu-tamunya, ia pergi ke dapur dan kembali dengan coklat panas di teko yang besar dan beberapa macam cangkir – porselen, gelas, kristal, dan beberapa cangkir yang biasa-biasa saja, ada beberapa yang mahal, ada beberapa yang cantik – dan mengatakan kepada mereka untuk mengambil sendiri coklat panas tersebut.
Ketika mereka semua memegang secangkir coklat panas di tangan mereka, professor itu berkata: “Lihatlah semua cangkir yang bagus dan mahal semuanya telah diambil, yang tertinggal hanyalah yang biasa dan murah.”
Adalah normal bagi kalian untuk menginginkan yang terbaik bagi kalian semua, itu adalah sumber dari masalah dan stress kalian. Cangkir yang kalian minum tidak menambahkan kualitas dari coklat panas tersebut. Pada kebanyakan kasus itu hanya menambah mahal dan bahkan menyembunyikan apa yang kita minum.
Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah coklat panas, bukan cangkirnya; tetapi secara tidak sadar kalian menginginkan cangkir yang terbaik dan kemudian kalian mulai saling melihat dan membandingkan cangkir kalian masing-masing.
Kemudian dia berhenti dan berkata, “Sekarang pikirkan ini: Kehidupan adalah coklat panas; pekerjaan, uang, dan kedudukan di masyarakat adalah cangkirnya. Itu hanyalah alat untuk memegang dan memuaskan kehidupan.
Cangkir yang kau miliki tidak akan menggambarkan, atau mengubah kualitas kehidupan yang kalian miliki. Terkadang, dengan memusatkan perhatian kita hanya pada cangkirnya, kita gagal untuk menikmati coklat panas yang telah Tuhan sediakan bagi kita.
Tuhan membuat coklat panasnya, tetapi manusia memilih cangkirnya. Orang-orang yang paling bahagia tidak memiliki semua yang terbaik Mereka hanya berbuat yang terbaik dari apa yang mereka miliki.
Hiduplah dengan sederhana. Mengasihilah dengan murah hati. Memperhatikanlah sesama dengan sungguh sungguh. Berbicaralah dengan ramah.
Dan nikmatilah coklat panas kalian!
Ketika mereka semua memegang secangkir coklat panas di tangan mereka, professor itu berkata: “Lihatlah semua cangkir yang bagus dan mahal semuanya telah diambil, yang tertinggal hanyalah yang biasa dan murah.”
Adalah normal bagi kalian untuk menginginkan yang terbaik bagi kalian semua, itu adalah sumber dari masalah dan stress kalian. Cangkir yang kalian minum tidak menambahkan kualitas dari coklat panas tersebut. Pada kebanyakan kasus itu hanya menambah mahal dan bahkan menyembunyikan apa yang kita minum.
Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah coklat panas, bukan cangkirnya; tetapi secara tidak sadar kalian menginginkan cangkir yang terbaik dan kemudian kalian mulai saling melihat dan membandingkan cangkir kalian masing-masing.
Kemudian dia berhenti dan berkata, “Sekarang pikirkan ini: Kehidupan adalah coklat panas; pekerjaan, uang, dan kedudukan di masyarakat adalah cangkirnya. Itu hanyalah alat untuk memegang dan memuaskan kehidupan.
Cangkir yang kau miliki tidak akan menggambarkan, atau mengubah kualitas kehidupan yang kalian miliki. Terkadang, dengan memusatkan perhatian kita hanya pada cangkirnya, kita gagal untuk menikmati coklat panas yang telah Tuhan sediakan bagi kita.
Tuhan membuat coklat panasnya, tetapi manusia memilih cangkirnya. Orang-orang yang paling bahagia tidak memiliki semua yang terbaik Mereka hanya berbuat yang terbaik dari apa yang mereka miliki.
Hiduplah dengan sederhana. Mengasihilah dengan murah hati. Memperhatikanlah sesama dengan sungguh sungguh. Berbicaralah dengan ramah.
Dan nikmatilah coklat panas kalian!
Kamis, 23 Februari 2012
Sante arepo goblok
jam semene entuk sms wangun..
sante dik. sante.. digawe penak wae..
*pembunuhansecaraperlahan*
sante dik. sante.. digawe penak wae..
Langganan:
Postingan (Atom)
